Sabtu, 17 November 2012
ANDAI AKU MENJADI KETUA KPK: PERKUAT POSISI TAWAR DAN RAIH DUKUNGAN MASYARAKAT
14.47
No comments
KPK
merupakan institusi bentukan negara yang ditugaskan secara khusus untuk
memberantas maupun mencegah praktek-praktek korupsi di Indonesia. KPK lahir
karena institusi penegak hukum yang lebih dulu ada seperti polisi maupun
kejaksaan tidak bisa maksimal dalam menjalankan amanah memberantas korupsi. Korupsi
sudah masuk dengan berbagai wajahnya, bahkan hingga pada lembaga-lembaga formal
yang seharusnya bertindak sebagai garda terdepan dalam memberantas korupsi. Oleh
karena itu dibutuhkan sebuah institusi baru yang sekiranya belum dan tidak bisa
terkontaminasi virus korupsi yang sudah merajalela.
Mengelola
dan memimpin sebuah institusi seperti KPK bukanlah hal yang mudah. Korupsi erat
kaitannya dengan kekuasaan. Seperti apa yang pernah disampaikan Lord Acton (1934-1902)
bahwa “All power tends to corrupt and absolute power corrupt absolutely”. Musuh
seorang ketua KPK dan para penyidiknya adalah orang-orang yang memiliki
kekuasaan, dan mereka bukankan musuh yang gampang ditaklukan. Elit penguasa
memiliki wewenang membuat kebijakan, sementara KPK hanya menjalankan sesuai
peraturan yang ada.
Kecilnya
posisi tawar KPK terhadap para elit terlihat sejak pemilihan para pimpinan KPK.
Oleh karena para pemimpin KPK dipilih oleh DPR berdasarkan rekomendasi
presiden, maka sangat sulit bagi KPK untuk dapat membongkar kasus-kasus korupsi
yang dilakukan para elit. Sistem sudah dibuat supaya KPK lemah dihadapan para
penguasa, padahal sejatinya orang-orang yang memiliki kuasa inilah yang rentan
terhadap perilaku korupsi.
Untuk
itu, jika saya menjadi ketua KPK, saya akan memprioritaskan pemberantasan
korupsi yang disebabkan oleh sistem, dengan tidak mengesampingkan pula korupsi
yang disebabkan oleh perilaku individu dan kebiasaan di masyarakat. Hal pertama
yang dilakukan ialah menyiasati supaya KPK tetap memiliki posisi tawar yang
tinggi untuk melawan para elit. Setelah terpilih sebagai ketua KPK, akan dibuat
sebuah kontrak perjanjian dengan para anggota legislatif dan eksekutif bahwa
mereka akan mendukung KPK dalam setiap upaya memberantas korupsi. Jika ada
indikasi korupsi oleh salah satu aktor di badan legislatif, yudikatif maupun
eksekutif, KPK harus diberikan dukungan baik secara moril maupun tindakan. Selain
itu KPK juga harus memiliki wakil ketika DPR membahas undang-undang mengenai
pemberantasan korupsi. Wakil KPK ini diikutsertakan ketika menyusun naskah
akademik maupun ketika menyusun legal drafting.
Setelah
itu, akan dilakukan penguatan di lingkungan internel KPK. Hal ini penting
karena dalam menjalankan tugasnya, para pemimpin KPK bekerja secara kolektif. Untuk
itu perlu dilakukan penyatuan visi misi dan program kerja diantara para
pimpinan KPK yang lain. Hal ini diyakini akan meningkatkan kekompakan dari para
pimpinan KPK untuk memberantas korupsi.
Selain
itu, saya juga akan menjadikan KPK sebagai lembaga yang benar-benar
partisipatif, transparansi, dan akuntabilitas. Ketiga instrumen ini penting
karena KPK harus menjadi institusi negara yang mengajarkan bagaimana sebuah
lembaga negara dikelola secara bersih dan profesional. Partisipatif bisa
dilakukan dengan mengajak serta para LSM untuk mengawasi KPK dan juga mendukung
KPK dalam memberantas korupsi. Transparansi dan akuntabilitas juga harus
dilakukan dengan membuka informasi apapun kepada publik.
KPK
juga tidak bisa berjalan sendiri dalam memberantas korupsi, terutama karena
musuh-musuhnya adalah para elit yang memiliki kekuasaan. Untuk itu KPK harus
menggandeng rakyat untuk turut serta melawan elit yang melakukan penyelewengan.
Dukungan dari masyarakat merupakan hal yang mutlak karena salah satu yang
ditakuti oleh para penguasa adalah kekuatan masyarakat sipil. Selain itu dengan
mengajak masyarakat turut serta KPK bisa mencoba menanamkan pembelajaran anti
korupsi kepada masyarakat umum.
Demikian
hal utama yang akan dilakukan andai menjadi ketua KPK. Upaya pemberantasan
korupsi tidak akan bisa berjalan maksimal tanpa keterlibatan berbagai pihak. Oleh
karena itu sebagai ketua KPK, saya harus mampu mendapatkan kepercayaan dari
berbagai elemen negara dan masyarakat supaya mereka turut bergerak membantu
memberantas korupsi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
Akhir-akhir ini saya terusik dengan kata “oknum”. Maklumlah, saya tidak tahu apa arti kata ini, tapi setiap ada sebuah kejahatan, kekelirua...
-
Sebelum bercerita, gua mau jelasin judul diatas. MU itu bukan singkatan Muntah Ulet (hoek!), Makan Ulet, maupun Minum Ulet (kok bikin contoh...
-
Kali ini saya ingin menulis hal yang menjadi kegundahan saya dalam beberapa hari ini. Tulisan ini bukan tulisan ilmiah karena saya tidak m...
-
Polemik di tubuh PSSI memasuki babak akhir. Berbagai aksi baik yang dilakukan dari dalam seperti membentuk Komite Penyelamat Persepakbolaan ...
-
Biasanya saya getol menyalah-nyalahkan pemerintah, tapi khusus untuk tulisan ini, saya ingin kita sadar bahwa sebenarnya juga kita sam...
-
Gak kerasa bentar lagi udah Agustus. Jadi inget lagi masa-masa SMA gue. Apalagi bulan Agustus juga bulan yang spesial buat almamater sekolah...
-
Baru saja saya mendengarkan perbincangan di sebuah televisi swasta nasional mengenai bursa calon ketua umum PSSI dan saya tergelitik untuk s...
-
Sebagai anak muda, wajar donk kalo kita pengen punya hubungan lebih ama lawan jenis. Begitu juga gue, walaupun gue gak tau apa yang mesti di...
-
Aku beruntung dibesarkan dalam lingkungan orang-orang yang melek baca. Meskipun bukan berasal dari kalangan berada dan harus banyak berhem...
-
Oleh Dimas Adiputra Asli 100% bukan plagiat Membela sebuah tim nasional merupakan pencapaian tertinggi dalam karier seorang pesepakbola. Ada...






0 komentar:
Posting Komentar